Raksasa teknologi yang ada di Tiongkok, Baidu, dan raksasa baterai CATL sudah mengumumkan kerja sama strategis dengan mengembangkan teknologi self driving, alias mengemudi otonom atau disebut juga swakemudi seiring dengan semakin ketatnya persaingan di China.
Laman Car News China, melaporkan, bahwa kedua perusahaan ini sudah mengonfirmasi dengan membuat perjanjian baru yang berfokus dengan dua bidang utama, yaitu teknologi kendaraan swakemudi dan digitalisasi.
Kemitraan ini yang bertujuan untuk memperluas layanan kendaraan swakemudi yang ada di seluruh Tiongkok dan mengembangkan semua kendaraan otonom yang kompetitif dan teknologi dengan penukaran baterai.
CATL juga akan menyumbangkan dalam keahliannya dengan sistem baterai, infrastruktur dalam pengisian daya, dan yang berbasasi skateboard agar dapat mendukung mobilitas untuk otonom, sementara itu Baidu akan melakukan integrasi dengan kemampuan yang kecerdasan dari buatan AI agar bisa meningkatkan operasi dengan CATL.
Pendiri dan juga CEO Baidu Group, Robin Li, serta pendiri dan juga CEO CATL, Robin Zeng, sudah menghadiri upacara dalam penandatanganan tersebut. dari Wakil Presiden Baidu, Shi Qinghua, dan juga Wakil Presiden dengan Mobil Penumpang CATL, Liu Changyan, yang menandatangani dalam perjanjian tersebut dengan atas nama kedua belah pihak.
Kesepakatan ini memungkinkan saat pasar otomotif di China melihat persaingan dalam yang semakin ketat dengan di bidang swakemudi, yang disorot oleh debut dengan teknologi bantuan dari pengemudi BYD, God’s Eye, agar kendaraan umum ada di awal bulan ini.
Pada bulan 25 Februari lalu, Tesla juga akan meluncurkan teknologi bantuan dari pengemudi mirip FSD atau Full Self Driving yang ada di China.
Baidu merupakan kekuatan utama dalam lanskap yang robotaxi di Tiongkok, bersaing dengan perusahaan yang seperti Pony ai dan juga WeRide. Unit Apollo Gonya pada saat ini sedang mengoperasikan 400 armada dari taksi otonom yang ada di Wuhan, dengan menandai dalam penggunaan yang terbesar seluruh di negara ini.